Friday, April 25th, 2014
Terbaru
Home » Pengetahuan » Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

infeksi saluran kemih

Flexmedia – Beberapa masalah klinis yang terkait dalam infeksi saluran kemih (ISK) adalah peradangan uretra (ure-thritis), kandung kemih(cystitis), pada ginjal dan pelvis renis (pyelonephritis), prostat (prostati-tis), bakteriuria asimtomatik dan infeksi saluran kemih berulang (recurrent urinary tract infection).

Infeksi pada saluran kemih dapat disebabkan oleh : bakteri, jamur atau parasit. Sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri, terutama Eschericia coli (sekitar 80% kasus) dan Staphylococcus saprophytic us (sekitar10%). Pada kejadian infeksi berulang atau dengan adanya faktor penyulit lain (misalnya kateterisasi atau alat bedah lainnya), bakteri penyebabnya tidak hanya E-coli tetapi bisa juga disebabkan oleh Proteus, Klebsiella, Enterobacter, Pseudomonasaeruginosa; Staphylococcusaureus dan Entero-coccus.

Di rumah sakit, kejadian bakteremianosokomial karena ISK adalah 73 dari 100.000 pasien. lnfeksi jamur pada traktus urogenitalis terutama dijumpai pada kandung kemih dan ginjal. Jamur penyebab biasanya Candidaspp, jamur yang lain misalnya Cryptococcus neorormans, Aspergillusspp., Mucoraceae spp., Histoplasmosis; Blastomycosis, Coccidioidomycosis.

ISK bagian bawah yang disebabkan Candida terutarna karena pemakaian kateter urin. Infeksi parasitik, misalnya Filariasis, Trichomo-niasis dan Schistosomiasis. Trichomoniasis merupakan penyebab vaginitis yang umum pada wanita dan dapat menyebabkan uretritis dan prostatitis pada pria. Bakteri dapat memasuki saluran kemih melalui tiga cara: ascending(ke atas), hematogenous/descend-ing (ke bawah) dan melalui jalur limfatik.

Infeksi ginjal secara hematogenous jarang ditemui; demikian juga dengan jalur limfatik. Bila terjadi infeksi bakteri saluran kemih bagian bawah, minimal satu kali pada pria atau lebih dari dua kali pada wanita maka harus dipertimbangkan untuk memeriksa saluran kemih secara keseluruhan(uretra, kandung kemih, ureter, ginjal atau prostat). Penatalaksanaan ISK baik pemilihan anti mikrobamau pun lamanya pengobatan sangat bervariasitergantung pada jenis mikroba penyebabnya. Olehkarena itu sangat dianjurkan untuk melakukan kulturdan tes sensitivitas contoh win penderita pada waktumenegakkan diagnosis dan juga setelah terapi selesai dilakukan. Untuk mencegah infeksi saluran kemih berulang, pada beberapa pasien diberi pengobatan profilaksis, tetapi pemakaian antimikroba secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi mikroba. Untuk mengatasi hal tersebut anti mikroba, diberikan secara bergantian, misalnya satu bulan terapi dengan co-trimoxazole, dilanjutkan dengan pemakaian nitro-furantoin selama satu bulan, kemudian satu bulan berikutnya dengan ciprofloxacin dan seterusnya.

Post Terkait :

About Indra Kurniawan

close
Facebook Iconfacebook like buttonTwitter Icontwitter follow button