Thursday, April 24th, 2014
Terbaru
Home » Umum » Rapper Perancis Putuskan Memeluk Agama Islam Dan Berjilbab

Rapper Perancis Putuskan Memeluk Agama Islam Dan Berjilbab

Di tengah perdebatan nasional di Perancis mengenai sikap terhadap jilbab. Seorang rapper wanita Perancis telah mengejutkan banyak penggemarnya dengan mengumumkan bahwa ia masuk Islam (muallaf) dan memilih untuk menggunakan Jilbab selamanya.

Melanie Georgiades, yang dikenal dengan julukan Rapper Diam’s tersebut telah melalui masa keemasannya sebagai penyanyi Rap pada sebelum tahun 2009. Sejak 2009, Diam’s sering absen dalam berbagai aktifitas menyanyinya sebagai rapper utama di Perancis. Dalam tiga tahun terakhir juga terjadi kontroversi mengenai keberadaannya.

Diam’s melakukan perubahan dalam hidupnya secara berangsur-angsur. Pada awalnya dia sering menggunakan penutup kepala untuk menghadiri banyak acara, namun kali ini dia menggunakan jilbab dengan sempurna. Walaupun terlihat aneh di mata penggemarnya sejak kemunculan pertamanya dengan memakai jilbab yang baru-baru ini tampil dalam stasiun televisi Perancis, tetapi Melanie Georgiades tampak terlihat sebagai wanita yang mempunyai kedewasaan diri.

Diam’s muncul dalam sebuah wawancara stasiun Televisi, TV TF1 secara eksklusif. Banyak hal dalam perbincangan dalam acara tersebut termasuk mengenai pengalaman masa lalunya dengan obat-obatan terlarang yaitu menggunakan narkotika, hingga pernah berada dalam rumah sakit jiwa. Ketika ia menemukan sebuah ketenangan batin yang tinggi, yaitu bertemunya dengan Islam. Ucap Rapper wanita tersebut, Agama Islam diperkenalkan kepadanya dengan secara kebetulan, yaitu ketika Diam’s melihat seorang temannya yang juga seorang muslim sedang shalat.

Diam’s juga mengatakan telah menikah selama lebih dari setahun dan sekarang juga telah menjadi seorang ibu baru. Diam’s juga telah menjauhi berbagai obat-obatan terlarang sebagaimana ketika ia baru pertama kali menemukan Islam dalam hidupnya hingga ia menemukan ketenangan yang sesungguhnya dalam jiwanya. Diam’s memutuskan untuk tidak lagi menggunakan ketenangan semu pada narkotika.

Dalam wawancara tersebut, Diam’s mengatakan, “Menjadi seorang muslimah adalah merupakan hasil dari pencarian hidup saya pribadi, ketika saya telah memahami agama Islam dan telah membaca Al Quran.”

Ketika ditanya mengenai pelarangan jilbab di Perancis, Diam’s menuturkan, “Saya percaya bahwa saya hidup dalam masyarakat yang toleran, dan saya tidak merasa terluka dengan berbagai kritikan, saya tidak suka jika orang sudah melakukan penghinaan dan melakukan penilaian dengan memakai stereotip tentang Islamnya adalah kesalahan. Justru saya akan menantangnya untuk berargumentasi mengenai kebenaran Islam.”

Pembawa acara televisi juga menanyakan mengenai keputusan Diam’s memakai Jilbab, sementara banyak wanita muslimah yang tidak memakai jilbab dan merasa bukan sebagai kewajiban agama. Diam’s menjawab, “Saya melihat bahwa menggunakan jilbab sebagai perintah Ilahi dan merupakan kewajiban agama. Memakai jilbab ini membawa kegembiraan bagi diri saya dan bagi saya ini sudah lebih dari cukup.”

Diam’s mengatakan bahwa dengan memeluk Islam ia telah mendapatkan kenyamanan, dan tidak perlu lagi mendapatkan ketenaran yang tidak cocok dengan kehidupannya lagi, ia juga menambahkan, “Islam ini telah menghangatkan hati saya, karena saya mengetahui tujuan hidup saya sekarang dalam keberadaan saya di sini, dan tugas saya sebagai manusia di bumi ini.”

Membahas bagaimana hidupnya saat sebelum masuk Islam, Diam’s mengatakan, “Kita mengetahui semua bahwa saya sangat terkenal dan saya juga memiliki apa yang dicari oleh seorang yang terkenal, tetapi saya selalu menangis dalam hati merasakan pahit dan getir ketika di dalam rumah. Saya rasa banyak penggemar saya yang tidak mengetahuinya.”

Diam’s menambahkan, “Dulu saya sangat kecanduan obat, termasuk narkotika yang memberikan halusinasi hingga saya harus dirawat di rumah sakit jiwa untuk memulihkannya. Tetapi hal itu sia-sia saja, hingga saya mendengar salah satu teman Muslim saya mengatakan, ’Saya minta izin untuk pergi shalat dulu dan akan datang kembali,’ lalu saya langsung mengatakan kepadanya, “Saya juga ingin shalat bersamamu.” Teman itu mengatakan, “Ayo, kita shalat.”

Mengingat saat itu, Diam’s mengatakan “Itu adalah pertama kalinya saya menyentuh lantai dengan kepala, dan saya memiliki perasaan yang kuat dan bahkan belum pernah saya alami sebelumnya, hingga saya percaya bahwa berlutut dan bersujud dalam doa tidak boleh dilakukan kepada siapapun selain hanya untuk Allah.”

Diam’s jugaa mengatakan bahwa kepindahannya ke wilayah Mauritius adalah untuk belajar membaca Al Quran dan memiliki pemahaman yang lebih baik lagi dalam Islam, dan Diam’s menemukan bahwa Islam memiliki toleransi yang sangat kuat.

Ketika ditanya pembawa acara mengenai pandangannya terhadap orang Islam yang melakukan pembunuhan dan kekejaman atas nama agama, Diam’s menjawab “Saya pikir kita harus membedakan antara bodoh dan berpengetahuan, dan orang bodoh tidak harus bicara tentang apa yang dia tidak tahu. Sudah jelas bahwa Islam tidak pernah mengizinkan membunuh korban yang tidak bersalah, dan itu sudah ada dalam ajaran Islam.”

Sumber

Post Terkait :

About Indra Kurniawan

close
Facebook Iconfacebook like buttonTwitter Icontwitter follow button