Wednesday, April 23rd, 2014
Terbaru
Home » Islam » Sifat -Sifat Mahmudah

Sifat -Sifat Mahmudah

tawakalFlexmedia - 1. Taubat – Tekad/azam untuk meninggalkan segala kesalahan dan dosa-dosa yang telah dilakukan.

“Sesungguhnya Allah amat menyukai orang-orang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah:222)

2. Takut kepada Allaah (Taqwa)- Seorang Mukmin itu apabila ia mengenal Allah melalui sifat-sifat-Nya, maka jiwanya akan mewarisi perasaan takut kepada Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati melainkan kamu berserah diri (kepada Allah SWT.” (QS. Aali Imraan:102)

3. Mahabbah (kasih sayang) sesama Mukmin.

Dari Muadz bin Jabal meriwayatkan, aku mendengar Rasulullah saw meriwayatkan hadits qudsi: Allaah Azza wa Jalla berfirman: “Orang-orang yang mencintai satu sama lain karena kebesaran dan kemuliaan-Ku akan duduk diatas mimbar-mimbar nur pada hari qiyamat, (bahkan) nabi-nabi dan para syuhada akan ber-iri hati kepada mereka.” (HR. Tirmidzi)

4. Zuhud – mengambil dunia sekadar yang diperlukan.
Di dalam hati tidak ada kecintaan pada kehidupan di dunia. Zuhud yang sebenarnya adalah mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’laa:16-17)

5. Sabar – Bersabar dengan ujian dan cobaan dari Allaah SWT.

“Sesungguhnya orang yang bersabar akan diberikan pahala mereka tanpa hisab” (QS. Az-Zumar:10).

6. Syukur – Melahirkan rasa berterima kasih kepada nikmat Allaah SWT yang banyak diperoleh.

Rasulullah saw bersabda yang bermaksud: “Siapa yang tidak bersyukur dengan pemberian yang sedikit, dia juga tidak akan bersyukur dengan pemberian yang banyak. Siapa yang tidak mensyukuri manusia, berarti dia juga tidak mensyukuri Allaah. Memperkatakan nikmat Allaah adalah tanda syukur, dan mengabaikannya adalah kufur. Berjemaah itu dirahmati, sedangkan berpecah belah itu mengundang azab.” (HR. Ahmad, dalam Musnad Ahmad)

7. Ikhlas dan benar – Melaksanakan suatu amalan semata-mata karena Allaah SWT.

“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran ini kepadamu wahai Muhammad dengan membawa kebenaran, oleh karena itu hendaklah engkau menyembah Allaah dengan mengikhlaskan segala ibadat kepada-Nya”

8. Tawakkal – Senantiasa berserah diri kepada Allaah SWT, setelah bertekad/berazam, seterusnya dilanjutkan dengan usaha.

“Dan (ingatlah), sesiapa yang berserah diri bulat-bulat kepada Allaah, maka Allaah cukupkan baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya).” (Surah al-Thalaq ayat 3).

9. Ridha dengan Qadha’ dan Qadar-Nya.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allaah”. (QS. Al-Hadid:22)

“Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarah di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar daripada itu melainkan (semuanya tercatat) dalam kitab yang nyata (lauh mahfuzh).” (QS. Yunus:61)

10. Mengingat mati – Hidup di dunia ini adalah sementara dan di hari akhirat lah kehidupan yang kekal abadi.

Nabi saw bersabda: ”Sepintar-pintar manusia ialah orang yang senantiasa mengingati mati dan senantiasa bersiap sedia menghadapinya, mereka itulah orang yang bijaksana”.

Post Terkait :

About Anisatul Khikmah

close
Facebook Iconfacebook like buttonTwitter Icontwitter follow button