Sunday, April 20th, 2014
Terbaru
Home » Umum » Wanita Lajang Sudah Berumur Tapi Tak Kunjung Menikah

Wanita Lajang Sudah Berumur Tapi Tak Kunjung Menikah

Portrait of a female executive
Flexmedia – Di saat dunia semakin mengglobal seperti sekarang ini, tak bisa dipungkiri bahwa wanita tak lagi punya keterbatasan mengaktualisasikan eksistensinya. Para wanita berusia di atas 30 tahun yang masih lajang, akan sangat dipandang aneh. Paling tidak mereka harus siap dengan pertanyaan: mengapa belum menikah?
 
Di daerah pinggiran kota, norma wanita menikah di usia muda masih tetap ada, wanita yang telah berumur dan masih lajang lebih banyak ditemukan di daerah perkotaan . Di kota besar, wanita lebih terlihat eksistensinya dan lingkungan sangat mengakomodasi itu.
Lalu apa yang salah dari para wanita yang masih lajang? Tak ada yang salah dalam diri para wanita lajang, baik sebagai mahluk sosial maupun mahluk individu, selama mereka bisa menempatkan diri secara baik di kedua lingkungan itu.

Yang justru menjadi pertanyaan, mengapa sampai mereka berumur belum juga menikah? jawaban ‘belum diberi jodoh oleh Tuhan’ sebenarnya harus diikuti dengan upaya introspeksi diri.

Misalnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan: “Apakah dirinya sudah bersosialisai di tempat yang tepat? Atau mungkin tempatnya sudah tepat namun apakah mampu beradaptasi? Apakah selama ini dirinya hanya memberikan perhatian dalam hal pekerjaaan saja? Apakah punya waktu yang cukup untuk bersosialaisasi dengan lingkungan lain selain kantor? Apakah dirinya cukup fleksibel dalam pergaulan ataupun dalam menetapkan jodoh?”

Pertanyan-pertanyaan tersebut penting karena seseorang terlahir sebagai mahluk individu dan sosial. Secara individu bisa saja status kelajangan mereka tidak menjadi masalah. Tapi di lingkungan sosialnya, ‘status sendiri’ dianggap masalah bagi orang lain.
Ada kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi karena status kelajangan seseorang. Terutama saat mereka menjadi tua, ada kebutuhan yang tidak bisa tersalurkan, misalnya kebutuhan berkumpul dengan keluarga. Saat masih muda, kebutuhan berkumpul dengan keluarga bisa diganti dengan berkumpul bersama dengan teman-teman sesama lajang. Tapi kalau sudah tua, ada nuansa yang berbeda. Misal ternyata sebagian besar atau semua teman-teman kita dulu ternyata sudah menikah.

Seorang wanita yang lajang diharapkan memiliki empati yang cukup agar bisa diterima di lingkungannya. Artinya mereka harus mempunyai kehangatan emosi dan bisa menempatkan diri, bila tidak ingin dianggap bermasalah bagi lingkungan sekitarnya, maupun bagi dirinya sendiri.

Bila selama ini wanita lajang sudah berusaha menemukan jodohnya dan hingga sekarang belum juga diberi oleh Tuhan, satu-satunya jalan adalah nikmati hidup ini dan senantiasa berbuat baik pada sesama.

Post Terkait :

About Azis Hermawan

close
Facebook Iconfacebook like buttonTwitter Icontwitter follow button