Belajar Fotografi Untuk Pemula

Fotografi adalah salah satu dari sekian banyak hobi yang sedang popular pada saat ini, dan juga hobi yang sangat menarik untuk direkomendasikan bagi semua orang dan tingkatan usia, pria-wanita maupun tua-muda. Bahkan tak jarang mereka mengambil kelas belajar fotografi untuk pemula atau sibuk membaca tutorial belajar fotografi pemula.

Menjadi seorang fotografer handal dan memiliki high quality, sangat membutuhkan banyak kesabaran, mata artistik, teknis know-hows dan tentu saja berlatih dan berlatih. Dan dari hal tersebut, tidak sedikit tentunya fotografer yang berkembang dari yang mulanya hanya hobi memfoto menjadi seorang profesional yang mendapat bayaran atau digaji besar untuk melakukan apa yang mereka cintai.

Untuk membantu Anda, para pembaca yang tertarik atau mungkin berminat untuk menjadi seorang fotografer, berikut ini adalah beberapa tips belajar fotografi untuk pemula yang mudah-mudahan akan membantu Anda dalam menciptakan jepretan yang menarik.;

  • Memilih Kamera yang Tepat

    Seorang fotografer sangat berkaitan erat dengan sebuah benda artistik yang dikenal dengan nama kamera. Dapat dikatakan, kamera adalah senjatanya, kamera adalah hidupnya. Oleh karena itu, merupakan hal yang sangat penting pada saat memilih kamera yang tepat untuk mengabadikan sesuatu menjadi foto-foto yang sempurna.Ada terdapat banyak jenis kamera yang dapat dipilih sesuai dengan anggaran atau biaya yang Anda miliki. Dan ingatlah selalu bahwa kamera yang terbaik tidak selamanya kamera yang berharga mahal. Bukan alat dan benda menciptakan foto yang indah dan mengagumkan, melainkan skill atau kemampuan.

    Berikut ini adalah beberapa jenis kamera yang tersedia di pasaran:

    • Kamera sekali pakai;
    • Compact kamera;
    • Single lensa kamera SLR refleks atau;
    • Kamera digital.
  • Pilih Lensa yang Sesuai

    Bagi Anda yang masih pada tahap belajar, dapat memulai dengan dua lensa: yang pertama dari 28mm ke 80mm dan yang kedua dari 80mm sampai 270mm. Ada berbagai jenis lensa, yakni yang normal sudut lebar, zoom dan lensa makro.

  • Memilih Kecepatan Film yang Tepat

    Aturan umum tentang kecepatan film adalah, semakin tinggi angka ISO, semakin cepat film. Cepat ISO adalah untuk tindakan cepat seperti olahraga atau untuk tunas di mana ada kurang cahaya. Untuk tunas dengan kelimpahan cahaya, ISO 100 0r 200 akan baik-baik saja.

  • Membedakan Jenis Film

    Sudah tentu kita harus memilih film yang tepat. Film juga merupakan hal yang sangat penting, karena gambar yang dijepret akan disimpan di sini. Jenis film yang paling umum, yang sering digunakan adalah film-film warna hitam dan putih.

  • Menyeimbangkan Warna

    Film harus selalu disesuaikan dengan sumber pencahayaan, untuk menghasilkan gambar yang diharapkan. Berbeda dengan mata manusia, film melihat warna cahaya yang berbeda. Apabila cahaya dan film tidak cocok, warna yang akan keluar kemungkinan salah.

LENSA

Dalam dunia fotografi, terdapat berbagai macam lensa yang berbeda fungsinya.

Lensa Fixed (Lensa Prime)

Merupakan lensa yang wajib dimiliki oleh para fotografer. Lensa ini memiliki satu rentang fokal. Biasanya digunakan untuk mengambil gambar potret atau model. Jenis yang sering digunakan adalah: 50 mm, 85 mm, dan 135 mm.

Lensa Standard

Disebut juga lensa kit, yaitu lensa yang merupakan bawaan dari kamera. Rentang fokal lensa ini antara 16-85 mm.

Lensa Wide

Sesuai dengan namanya, lensa ini dapat menangkap gambar selebar mungkin. Lensa ini digunakan untuk mengambil gambar pemandangan (landscape) ataupun arsitektur. Lensa wide yang paling sering digunakan adalah jenis fisheye. Seperti mata ikan, lensa ini dapat menangkap gambar yang berada di samping kiri dan kanan kamera.

Lensa Tele

Lensa tele ini digunakan untuk mengambil gambar yang jauh, agar menjadi tampak lebih dekat. Fotografer menggunakan lensa ini untuk memotret momen olahraga, satwa liar atau liputan yang mengharuskan fotografer berada pada  jarak yang jauh dari objek. Bagi Anda yang baru belajar fotografi untuk pemula, dianjurkan menggunakan lensa tele yang telah dilengkapi fasilitas image stabilization. Fungsi image stabilization adalah untuk meredam getaran, karena lensa ini cukup berat bila digunakan oleh orang yang belum terbiasa menggunakannya.

Lensa Makro

Lensa ini digunakan untuk mengambil foto detail suatu benda (close-up fotografi) seperti  gambar hewan kecil dan detail bunga. Contohnya foto semut, laba-laba, putik bunga dan lain-lain. Jenis lensa ini terbagi dua yaitu: lensa zoom makro dan lensa fixed makro. Hasil foto yang dihasilkan oleh lensa fixed makro lebih tajam daripada foto yang dihasilkan oleh lensa zoom makro.

Teknik Dasar Belajar Fotografi untuk Pemula

Berikut ini penjelasan  beberapa teknik dasar belajar fotografi untuk pemula, yang mungkin dapat Anda praktekkan untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam menjepret dan mengabadikan sebuah momen.

1. Eye Level Viewing

Eye level viewing atau yang dikenal dengan pemotretan sebatas pandangan mata, merupakan teknik yang paling umum di dalam fotografi. Eye level viewing biasanya kita temukan pada foto pada umumnya alias standart.

Gambar yang dihasilkan tentu saja sebuah gambar yang wajar atau biasa. Tidak menimbulkan efek khusus yang luar biasa kecuali apabila Anda menggunakan efek-efek yang dihasilkan oleh pemakaian lensa-lensa tertentu.

2. Bird Eye Viewing

Bird eye viewing atau pemotretan pandangan burung, biasanya dilakukan dengan melakukan bidikan dari atas. Sehingga, gambar yang dijepret akan menimbulkan efek objek jepretan terlihat lebih rendah, pendek dan kecil.

Penerapan teknik ini biasanya dipraktekkan untuk menyajikan sebuah lokasi secara menyeluruh, semisalnya saja pemotretan ketika sedang konser musik dan sebagainya.

3. Low Angle Camera

Low angle camera merupakan penjepretan yang dilakukan dari bawah. Sehingga efek gambar yang ditimbulkan, mengacaukan perspektif yang secara kasat mata bisa menurukan kualitas dari gambar yang kita hasilkan.

Walaupun demikian, bagi fotografer yang sudah lumayan ahli, kesan yang dihasilkan oleh teknik ini adalah, menimbulkan image sosok pribadi yang besar, berwibawa, tinggi, serta berwibawa.

Jenis pemotretan seperti ini, biasanya dipraktekkan pada tokoh penting atau sebagainya, yang tengah memberikan pidato dari atas mimbar yang tinggi.

4. Frog Eye Viewing

Frog eye viewing atau teknik memfoto dengan pandangan sebatas mata katak. Teknik ini memposisikan kamera berada di bawah, hampir sejajar dengan permukaan tanah, dan tentu saja berbeda dengan teknik low angle camera yang mengarahkan kamera ke atas, frog eye viewing tidak mengarahkan kamera ke atas namun mendatar dan biasanya diterapkan sambil bertiarap.

Aplikasi secara langsung teknik ini biasanya dijumpai jika Anda ingin memotret fauna dan flora dan umumnya dipraktekkan ketika Anda ingin memotret di suasana sedang perang. Pernah membayangkan ketika peluru berdesing di kiri-kanan Anda, dan Anda memotret sambil berdiri?

Nah, dari teknik-teknik dasar di atas, tentu setidaknya kini Anda telah mempunyai sedikit dasar untuk memulai kecintaan Anda terhadap fotografi. Dan sebisa mungkin cobalah semua teknik yang Anda ketahui.

Pada dasarnya, fotografi sama layaknya hobi-hobi lainnya, yaitu harus dilakukan dengan penuh kecintaan, tanpa paksaan dan harus datang dari lubuk hati sendiri. Dan tentu saja, salah satu kunci terpenting dalam belajar fotografi untuk pemula agar menjadi lebih mahir dan hasil jepretan lebih memuaskan, adalah berlatih. Ya, berlatih, berlatih, dan terus berlatih. Jangan pernah menggangap telah menjadi yang terbaik.

Previous Post

No more post

Next Post

No more post